PERMASALAHAN
PERKOTAAN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Hallo semuanya, kembali lagi dengan saya Najmi Restu
Utami mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Angkatan 2019.
Kali ini saya akan membahas mengenai permasalahan
perkotaan, dengan cara menuliskan pertanyaan yang saya buat dan menjawab
pertanyaan tersebut.
Berikut merupakan
pertanyaan – pertanyaan mengenai permasalahan di perkotaan :
1. Mengapa
urbanisasi masih tetap dilakukan padahal akan menyebabkan kependuduk yang tidak
merata?
Jawab:
Karena disebabkan timbulnya faktor pendorong
dari desa dan faktor penarikan dari kota. Faktor pendorong dari desa salah
satunya masalah tidak banyak lapangan kerja di desa. Penduduk desa berpikiran
dengan mereka pindah ke kota mereka akan mendapatkan lapangan kerja yang lebih
baik dan upah yang besar namun jika hidup dikota pengeluaran pun semakin besar
dan tingkat pengangguran di kota pun tinggi yang salah satunya disebabkan oleh
keahlian yang mereka punya kurang sehingga menyebabkan penduduk desa yang
berpindah kekota menganggur dan hanya menyebabkan penumpukkan penduduk dikota
tersebut. Faktor penarik dari kota antaranya banyak lapangan kerja namun tetap
saja meskipun banyak lapangan kerja jika tidak mempunyai keahlian tetap saja
mereka akan tetap menganggur yang kedua mengenai masalah pendidikan yang
menyebabkan penarikan penduduk ke kota karena pendidikan sekolah dan perguruan tinggi yang lebih baik dengan sarana dan prasarana yang lengkap.
2. Bagaimana
cara mengurangi urbanisasi?
Jawab:
Dengan cara memberikan sarana dan
prasarana yang baik tidak hanya di kota tetapi didesa juga, membangun lapangan
kerja lebih banyak, memberikan pengetahuan dan kegiatan yang berbasis menambah
keahlian kepada penduduk desa supaya mendapatkan lapangan kerja yang lebih baik
dengan begitu kependudukan akan merata.
3. Mengapa
Jabodetabek berkembang lebih cepat dibanding dengan kota – kota lainnya?
Jawab:
Pembangunan yang tidak merata akan
menyebabkan ketimpangan wilayah satu daerah berkembang dengan cepat dan yang
lainnya lambat. Jabodetabek tumbuh dengan cepat karena terus disuplai pemerintah dengan transportasi dan berbagai fasilitas menjadikan seolah daerah lain kurang berkembang atau lambat
dibandingkan Jabodetabek. Dan ini menjadi awal mula permasalahan dari kota di
Indonesia yang menyebabkan tidak meratanya suatu kota akibat suplai fasilitas
pemerintah yang hanya terfokus ke Jabodetabek.
4. Apa
yang harus dilakukan sebagai seorang Planner
untuk menciptakan tata ruang kota dengan baik?
Jawab:
Setiap kota harus didesain sesuai dengan karakteristik kota tersebut. Lokasi kawasan
yang baik, kualitas hunian yang baik dan prasarana lingkungan yang baik juga
harus diperhatikan selain itu juga pembangunan haruslah sesuai dengan peruntukannya.
Di Indonesia sering kali terjadi pembangunan yang tidak sesuai dengan
peruntukannya contohnya seperti daerah sempadan sungai dipakai permukiman oleh
penduduk yang berpenghasilan rendah karena sangat sulit mendapatkan tempat
tinggal yang layak. Dengan penduduk yang membangun permukiman di sempadan sungai
akan menyebabkan masalah baru muncul seperti terjadi banjir, meluapnya sungai
beserta sampah karena permukiman yang dibuat di sempadan sungai tempat saluran
pembuangannya ke sungai dekat permukiman tersebut dan lama kelamaan akan naik
ke kota sehingga kota pun ikut tercemar. Maka dari itu Pemerintah dan Planner haruslah bekerja sama
menciptakan tata ruang yang baik, bijak dan seimbang antara bangunan yang perlu
disertai tumbuhan dan pepohonan sebagai perannya menjaga lingkungan.
Sekian pembahasan kali ini mohon maaf apabila
terdapat banyak kesalahan karena saya masih dalam tahap pembelajaran. Sampai
jumpa di pembahasan selanjutnya.
Have a nice day!:)
Wassalamu’alaikum wr.wb.












